Sebagai digital marketer yang banyak ngebantu ngeberesin sistem operasional bisnis, aku sering banget nemu masalah ini. Penyakitnya biasanya cuma dua: ngiklanin produk yang emang nggak dimauin pasar, atau cara ngiklannya terlalu hardselling buat produk yang sebenarnya butuh diedukasi dulu.
Ini adalah case study gimana aku ngebantu Deweluxe.id, brand tenun lokal yang sukses nyetak ROI sampai 2.482%.
"Banyak bisnis owner cari cara ter cepat, ter keren, ter baik, tapi lupa cari yang ter bukti dan ter realistis."
Biar nggak dibilang omdo, ini data performa nyata yang aku tarik dari dashboard (gabungan Ads & POS Kasir) yang aku bikin khusus buat Deweluxe:
![]() |
| Gambar 1.1 Dashboard untuk memudahkan perencanaan dan eksekusi strategi |
Total Pengeluaran Iklan (Ad Spend): Rp12.032.754
Rata-rata CPR: Rp.16.000 - Rp.30.000
Total Pendapatan (Omzet): Rp310.700.000
ROI (Return on Investment): 2.482%
Total Pendapatan (Omzet): Rp310.700.000
ROI (Return on Investment): 2.482%
Lalu bagaimana caranya? Ini 3 eksekusi utamanya, saya rangkum secara sederhana:
Eksekusinya: Aku bikin satu dashboard Google Sheets yang nyambungin data penjualan online dan offline. Dari situ kelihatan jelas, produk Sweater dan Sweatshirt tenun itu yang paling kencang lakunya.
3 Solusi Sistematis Biar Iklan Nggak Boncos
1. Stop Asumsi, Bikin Produk yang Emang Dimauin Pasar
Karena deweluxe jugalan produk dari bahan tenun asli, dimana kain tenun itu eksklusif, stoknya terbatas. Jadi, kita nggak bisa asal tebak mau jahit model apa. kita gak bisa ngasal mau ngiklan produk yang manaEksekusinya: Aku bikin satu dashboard Google Sheets yang nyambungin data penjualan online dan offline. Dari situ kelihatan jelas, produk Sweater dan Sweatshirt tenun itu yang paling kencang lakunya.
![]() |
| Gambar 1.2 Tampilan dashboard spreadsheet yang di ubah jadi mobile App biar mudah di akses. |
Ya udah, kita fokusin konten iklannya fokus di produk itu, kita udah nemu winning produknya dan tinggal konten iklannya, yang bikin saya kaget adalah ternyata produk ini gak perlu konten iklan yang ribet-ribet, terbukti dari kita nyoba konten yang di edit di kasih teks di permak, malah kalah bagus sama konten yang langsung tryon
Eksekusinya: Validasi offline ini langsung kita bawa ke online. kita putusin buat bikin campaign iklan khusus yang nargetin market luar negeri (Singapura, Australia, Selandia Baru). Hasilnya mantap, produk lokal ini berhasil dibeli sama audiens global yang emang secara behavior udah tervalidasi suka sama produk kita.
Eksekusinya: Target iklannya kita buat langsung ke Instagram DM. Kenapa DM?
Social Proof Instan: Sebenarnya kita cuman ingin awarness aja dengan iklan menuju ke DM ini, tapi setelah dilihat ternyata closingnya itu lebih bagus dari pada iklan ke WA, asumsi kita karena orang mencari kepercayaan dulu, setelah kena iklan dan menuju ke DM, mereka cek instagram profile kita dan karena Deweluxe itu tiap hari Live Streaming. Pas orang nge-klik iklan ke DM, mereka otomatis ngecek IG kita dan ngeliat kita lagi Live. Trust mereka langsung naik karena tahu ini brand asli dan aktif.
Filter Leads: Bule atau target market premium lokal itu jauh lebih nyaman ngobrol, tanya ukuran, dan kenalan dulu, kalau di DM kan mereka lebih santai dan rilex (dan tahu enggak bahwa kebanyakan dari kita itu ngehabisin waktu di sosmed daripada di WA). Setelah chemistry dapat dan pasti mau beli, baru kita arahin closing transfer entah langsung di DM atau mau ke WhatsApp.
Bisnis Kamu Butuh Sistem, Bukan Cuma Asal Ngiklan
Kalau kamu brand owner yang lagi pusing karena:
2. Validasi Offline buat Tembus Pasar Bule
Data jualan itu nggak cuma dari online. Waktu Deweluxe ikut pameran gede kayak INACRAFT, banyak banget orang luar negeri yang langsung beli dan follow Instagram kita.Eksekusinya: Validasi offline ini langsung kita bawa ke online. kita putusin buat bikin campaign iklan khusus yang nargetin market luar negeri (Singapura, Australia, Selandia Baru). Hasilnya mantap, produk lokal ini berhasil dibeli sama audiens global yang emang secara behavior udah tervalidasi suka sama produk kita.
3. Banting Setir ke Strategi "Instagram DM-First"
Awalnya, semua iklan kita arahin langsung ke Website dan WhatsApp. Hasilnya? Boncos. Kenapa? Asumsi kita karena ini produk tenun premium harganya lumayan. Orang butuh trust alias percaya dulu sebelum transfer.Eksekusinya: Target iklannya kita buat langsung ke Instagram DM. Kenapa DM?
Social Proof Instan: Sebenarnya kita cuman ingin awarness aja dengan iklan menuju ke DM ini, tapi setelah dilihat ternyata closingnya itu lebih bagus dari pada iklan ke WA, asumsi kita karena orang mencari kepercayaan dulu, setelah kena iklan dan menuju ke DM, mereka cek instagram profile kita dan karena Deweluxe itu tiap hari Live Streaming. Pas orang nge-klik iklan ke DM, mereka otomatis ngecek IG kita dan ngeliat kita lagi Live. Trust mereka langsung naik karena tahu ini brand asli dan aktif.
Filter Leads: Bule atau target market premium lokal itu jauh lebih nyaman ngobrol, tanya ukuran, dan kenalan dulu, kalau di DM kan mereka lebih santai dan rilex (dan tahu enggak bahwa kebanyakan dari kita itu ngehabisin waktu di sosmed daripada di WA). Setelah chemistry dapat dan pasti mau beli, baru kita arahin closing transfer entah langsung di DM atau mau ke WhatsApp.
Bisnis Kamu Butuh Sistem, Bukan Cuma Asal Ngiklan
Kalau kamu brand owner yang lagi pusing karena:
- Iklan boncos terus gara-gara audiens yang masuk bukan target market.
- Stok numpuk gara-gara salah produksi barang.
- Nggak punya dashboard buat ngecek Laba/Rugi, HPP, dan performa iklan secara real-time.
Berarti kamu nggak cuma butuh orang buat setting iklan. Kamu butuh sistem pemasaran yang bener-bener terukur.
Stop bakar budget iklanmu. Yuk, ngobrol santai bareng aku. Kita bedah bareng gimana cara bikin dashboard data yang rapi dan funnel iklan yang cuan buat bisnismu.
Tertarik untuk bekerjasama? Hubungi saya melalui WA : 0857 5525 6009 😊
Stop bakar budget iklanmu. Yuk, ngobrol santai bareng aku. Kita bedah bareng gimana cara bikin dashboard data yang rapi dan funnel iklan yang cuan buat bisnismu.
Tertarik untuk bekerjasama? Hubungi saya melalui WA : 0857 5525 6009 😊


.jpg)