Kenapa aku harus deket sama adek-adek ku ? Terutama adek-adek cewe ku, ya karena udah mulai dewasa masuk SMA dan kuliah, kalau adek cowo semua masih SD kelas kecil semua


Gak ada alasan selain rasa sayang, tapi disana juga ada ketakutan, sebagai seorang kakak yang paling tua, dulu aku gak pernah dapat literasi soal pendidikan, keuangan, sosial, perasaan dan lainnya

Bahkan aku SMP ke SMK aja harus gapyear 2 tahun karena faktor ekonomi.

Selain itu aku pengen jadi teman mereka, kaka yang paling keren dan sahabat curhat mereka, dimana ketika mereka pengen cerita, ada tempat buat mendengar, ada tempat aman buat cerita.

Karena gak ada tempat buat cerita itu kadang serasa kosong, hampa dan sakit

Akupun lebih banyak menyimpan sendiri juga, kadang ngerasa gak ada tempat aman aja untuk cerita, walaupun ke orang tua. Jadi aku pengen jadi sosok teraman buat adek adek ku.

Tapi orang tuaku sosok terbaik, sosok terhebat, kalau di film-film ada yang bilang misalkan ada kehidupan ke 2 aku tetap ingin jadi anak mereka, maka itulah yang aku inginkan, semoga nanti kami semua sampai jannahnya amin.


Aku gak pengen adek-adek ku ngerasain hal-hal yang tak alamin, mungkin yang tak alamin bagus buat mental dan untuk survival, mode bertahan hidup.

Tapi lebih baik jika mereka tahu pengalamanku saja dan mereka bisa mengantisipasi hal hal tersebut, agar mereka gak perlu harus masuk di perjalanan yang menyakitkan dalam hidupnya.

3 tahun mengurung diri dikamar karena cinta bukan hal yang baik

7 tahun tidak bisa melupakan seseorang juga menyaktikan

Kerja dari mulai SMP dan sampai sekarang belum bisa membahagiakan orang tua adahal hal yang amat miris

Merasa banyak hal yang tertinggal dengan teman-teman seumurku adalah hal yang cukup menguras pikiran

Buat adek-adek ku jika kamu baca ini, mungkin aku kaka yang bawel dan protektif atau bahkan posesif, maaf bukan berarti aku mengekang kalian.

Aku membebaskan kalian untuk jadi pinter, tapi aku mendoakan jangan sampai mengalami seperti yang mas mu alami.

Aku membebaskan kalian untuk bisa explore dunia luar dan cari siapa diri kalian sebenernya

Ketahuilah, krisis identitas di umur yang sudah banyak itu sangat-sangat gak nyaman.

Keluarga kita pasti ingin sodara-sodaranya semua tumbuh dengan rasa bahagia dan itu perlu di siapkan

Aku gak setuju kalau kebahagiaan itu harus di sebut di perjuangkan, karena kebahagian bukanlah komoditas yang amat teramat sulit.

Kebahagiaan itu komoditas yang cukup terjangkau bagia siapa saja yang tahu, makanya kebahagiaan itu perlu di siapkan, bukan di perjuangkan.

Disiapkan seperti apa ?

Di siapkan mulai dari pengetahuan yang mumpuni, disiapkan dari pola pikir yang tepat, disiapkan dari ilmu spiritualnya, dan di siapkan secara tepat, tepat bagi siapa ? bagi dirimu karena tepat atau benar itu relatif.

Tepat atau benar buat ku belum tentu tepat dan benar buat orang lain, lalu jika kamu tanya bagaimana cara bahagia itu, atau bagaimana kita tahu itu tepat atau benar buat kita ?

Itu PR nya, kamu harus cari tahu sendiri, kamu harus merasakannya sendiri, kamu harus menemukannya sendiri dan itu akan jadi jorney atau perjalanan yang paaaaaannnnjang banget buat adek


Masmu hanya ngasih kisi-kisi nya aja, masmu hanya bisa nyeritain pengalaman mas aja, selebihnya adek harus cari tahu sendiri, harus explore sendiri.

Adek banyakin hal-hal positif, perbanyak pergaulan, tapi tetep di imbangi (prinsip yang kuat), ingat prinsip yang kuat, biar adek gak gampang di manipulasi gak gampang ikut arus, gak gampang ikut ikutan hal - hal yang gak baik.

Dunia ini keras bagi orang-orang yang bodoh dan tidak mau belajar serta bergerak

-Dari mas mu

Oh iya 1 lagi, mas mu juga sedih ketika ngeliat adeknya galau cuman karena cinta-cintaan cuk...